Amrizal, Modal Awal Cuma Rp 120.000

Jika Anda hanya punya uang Rp 120.000, apa yang dapat Anda lakukan
dengan modal sejumlah itu? Di tangan Amrizal (36), lelaki kelahiran
Pariaman, Sumatera Barat, modal tersebut dibelikannya lima liter beras,
setengah kilogram ikan kembung, tiga ayam, satu kilogram daging sapi,
dan lima butir telur ayam.

Bersama istrinya, Amrizal mengolahnya menjadi masakan padang dan dijual
di kios kaki lima berukuran 2 x 2 m di Pusat Jajan Golden Road, di
seberang pusat perbelanjaan ITC Bumi Serpong Damai, Tangerang. Hari
pertama berjualan, 24 Januari 2005, ia memperoleh pendapatan Rp 175.000
dari menjual nasi padang seharga Rp 5.000 per porsi. Pada hari itu bahan
bakunya masih tersisa, 20 potong daging rendang.

Dalam waktu tiga bulan, omzet dagangan nasi padang yang dia beri nama
Ombak Muaro ini rata-rata Rp 600.000 per hari. Dan sejak ITC dibuka pada
Mei 2005, omzetnya naik lebih dua kali lipat, menjadi rata-rata Rp 1,5
juta per hari! Hingga kini omzetnya tetap stabil pada kisaran angka itu.

Sebelum membuka warung nasi padang, Amrizal dan istrinya pusing tujuh
keliling mencari pinjaman uang, mengingat rumah kontrakannya di Serua
Permai sudah harus dibayar, sedangkan tabungannya nol. Satu-satunya
hartanya adalah Honda GL 1995. “Tadinya mau saya gadaikan, tapi tak ada
yang mau memberi pinjaman,” tutur Amrizal, yang pernah bekerja menjadi
kernet dan sopir angkot di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Istrinya bahkan
sempat menangis akibat sulitnya mencari pinjaman.

Akhirnya, motor Honda GL itu laku dijual Rp 5 juta. Dari jumlah itu,
Amrizal dapat membayar rumah kontrakan Rp 2 juta setahun, membeli
etalase kios Rp 1 juta, dan perabotannya seharga Rp 380.000. Ia masih
memiliki sisa untuk pembayaran uang muka membeli motor Honda Supra X Rp
1,5 juta. “Sisa Rp 120.000 itulah yang saya jadikan modal awal membeli
bahan baku makanan,” papar Amrizal kepada Kompas.

Dalam waktu 11 bulan sejak dia memulai usaha, pada Desember 2005 ia
sudah mampu membeli mobil Toyota Kijang tahun 1988 seharga Rp 43 juta
dari hasil berjualan nasi padang itu. “Saya punya target, dalam satu
bulan harus dapat menabung sedikitnya sepuluh juta rupiah,” ungkapnya
sambil tertawa riang.

Pernah kuliah

Lelaki yang pernah kuliah di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan
Fakultas Olahraga di Padang tapi tidak tamat ini mengenang masa-masa
sulitnya. “Saya pernah jadi pengojek di Ciputat. Tetapi, karena saya
membawa Honda GL dan mungkin tampang saya seram, banyak yang takut kalau
menumpang ojek saya. Hanya pada saat-saat hujan orang menggunakan jasa
ojek saya,” kenang Amrizal, yang selama lima bulan sempat menjadi
pengojek.

Lalu dia punya tekad kuat untuk mengubah nasibnya. “Tuhan tak akan
mengubah nasib manusia jika kita tak mengubah nasib kita sendiri,”
ungkapnya. Berbekal kesabaran, keuletan, kerendahhatian, Amrizal yang
bermental baja ini pun memutar otak dan akhirnya memutuskan untuk
berdagang masakan padang, yang menjadi keahlian turun-temurun
keluarganya di Pariaman, Sumatera Barat.

Kini harga masakan padangnya Rp 7.000 per porsi, sudah termasuk tambah
nasi. “Yang sering dicari adalah ikan bakar karena racikan bumbunya asli
dari kampung saya di dekat laut,” tuturnya.

Amrizal selalu menegur sapa siapa saja yang lewat di pusat jajan kaki
lima itu, walaupun yang dipesan adalah makanan lain. Ia memberi potongan
harga Rp 1.000 untuk anggota satpam dan semua pedagang di pusat jajan
itu. Ia juga sering memberi insentif kepada orang yang memesan makanan
kepadanya. Selain itu, ia juga menerima layanan jasa pesan-antar dalam
radius 3 kilometer tanpa tambahan biaya. Ia rajin mendatangi para
pedagang toko emas dan telepon seluler di ITC, dan mempromosikan
masakannya.

Jika pada masa awalnya Amrizal dan istri harus membeli sendiri semua
bahan baku ke Pasar Ciputat, kini justru ada yang mengantarkan semuanya
ke rumahnya dengan harga diskon pula. “Sekarang saya tak punya utang
kepada siapa pun,” ungkap Amrizal yang berputra satu ini dengan nada
bangga.

Ia menambahkan, “Hidup ini merupakan ibadah. Apa pun yang kita kerjakan
adalah ibadah, karena itu harus dilakukan dengan ikhlas demi kebahagiaan
di dunia dan di akhirat.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: