Gelas-gelas Kristal (Kiat Pesona Muslimah)

Penulis: DR. Setiawan Budi Utomo, L.C.
  
#          Wanita cenderung manja karena seandainya ia tidak memiliki emosi dan sifat kemanjaan anak-anak, maka pastilah ia tidak mampu menjadi ibu yang baik. Ia bisa dipahami anak-anak karena perasaannya yang masih terdapat unsur kekanak-kanakan.
          
Secara kodrati, ia tercipta untuk berada di tengah anak-anak dan suami. Jika suami tidak mampu memahaminya dan berusaha menjadikannya berbuat sesuai keinginan dan ego laki-lakinya, maka mungkin ia akan gagal.
 
Sesungguhnya kaum wanita adalah saudara kaum pria, maka sayangilah mereka sebagaimana kalian menyayangi diri kalian sendiri. (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
 
#            Kekuatan komunikasi bukan hanya ditentukan oleh faktor kedekatan dan frekuensi pertemuan, namun oleh kualitas dan ketepatan komunikasi, meskipun jarak jauh dan jarang asalkan membuahkan kualitas hubungan yang baik yang dilandasi kemauan dan perhatian yang serius.
 
#            Membangun sikap PD yang sehat harus dimulai dengan upaya mencintai dan menyukai diri sendiri, dalam arti menerima dan memahami diri apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kemudian kita memfokuskan diri pada apa yang telah kita lakukan dan apa yang dapat kita lakukan dari hal-hal yang positif, bukan pada apa yang belum kita lakukan dan apa yang tidak dapat kita lakukan.
 
            Sebagai acuan dan pedoman untuk menyeimbangkan pede agar tidak kelewatan ataupun sebaliknya krisis dan kurang pede, Al Qur’an melalui doktrin al Fatihah melatih kita untuk membiasakan diri selalu berorientasi pada kemauan, keberanian, ketulusan, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas dan meraih prestasi dan kebaikan apapun dalam kerangka ibadah.
 
#            Kebanyakan dari kita tidak berbesar hati untuk berusaha memahami orang lain terlebih dahulu, namun sebaliknya menuntut orang lain untuk memahami kita. Kita lebih sering menilai, menyarankan, atau mengartikan orang lain dari sudut pandang kita sendiri, tanpa mau memposisikan diri kita dengan orang lain.
 
#          Seni memaafkan dan manajemen maaf dapat membantu mewujudkan hidup yang lebih adil dan meminimalisir resiko dalam menghadapi pengalaman hidup.
          
            Bukanlah orang yang kuat itu adalah yang menang dalam perkelahian, melainkan orang yang kuat itu adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah. (HR.Muslim)
 
#          Di dunia ini tidak akan ada orang yang memberimu kebahagiaan kecuali dirimu sendiri dengan menciptakan standar kepuasan diri (self satisfaction) yang fleksibel, realistis dan alamiah.
 
#          Pribadi yang penuh nilai kesalehan tidak terobsesi untuk selalu minta dilayani. Tetapi justru sebaliknya, kebahagiaannya terbentuk oleh keberhasilannya dalam banyak memberikan pelayanan kepada orang lain, sehingga mampu memberikan kebahagiaan, manfaat, dan kemaslahatan pada orang lain sebagaimana intisari ajaran Islam (al Hajj:77).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: