Pasti Bahagia Bila Ada Cinta

Penulis: Abu Aufa*

Ia tua, bahkan buruk laku dan rupa. Sementara sang istri tak hanya cantik jelita. Segala yang tampak sungguh mempesona. Tutur kata mesra, perhatian, penuh kasih sayang serta cinta. Tak heran, semua itu jelas mengundang beribu tanda tanya.

Sementara, kisah lain tak urung pula membuat rasa heran mencuat. Ketika laki-laki kaya dan tampan tersebut ternyata mantap menjalani sebuah tekad. Padahal, baru saja keraguan itu sesaat menyergap hatinya saat melihat seorang perempuan yang sungguh
tak sepadan. Namun, segera dibuatnya sebuah keputusan besar. Sepenggal hati kini telah bertemu dengan pasangan yang dijanjikan.

Kedua biduk pun dikayuh dalam mahligai cinta. Bahagia, mengarungi samudera kehidupan. Berbilang usia pernikahan membuat mereka semakin tampak mesra.
Bertambah guratan keriput juga tak mengurangi rasa sayang di antaranya. Bahkan setiap keluarga itu utuh sepanjang hidup mereka.

Sungguh!!!

Keajaiban cinta kembali menakjubkan manusia. Jika nalar yang digunakan untuk menilainya, maka itu tiada guna. Karena cinta pasti menyatukan hati yang berserakan. Apa pun jua rupa dan laku pemiliknya. Memang, seperti begitulah adanya cinta.
Pribadi-pribadi yang mengagumkan ternyata lahir dari cinta.

Mungkin cinta mereka tak setara di pandangan manusia. Tetapi, pelaku cinta pasti mengharapkan ganjaran yang teramat sangat berharga dari Sang Pemiliknya.

Bukankah surga adalah sebuah janji atas ketaatan seorang istri kepada suaminya? Itulah yang diharapkan perempuan cantik tersebut ketika berkhidmat kepada sang suami yang buruk laku dan rupa. Serupa pula yang dirasakan laki-laki kaya dan tampan. Jiwanya
senantiasa nyaman karena aliran kebaikan yang dilakukan oleh pasangannya. Mengalir, deras, berlimpah, menuju sebuah muara, cinta.

Begitulah, kisah cinta mereka ternyata berbuah bahagia. Segala kekurangan yang ada ternyata menumbuhkan kebesaran jiwa. Keikhlasan itu membuat hati lapang menerima sebagaimana apa adanya. Jikalau pun ada air mata yang mengalir, itu adalah tanda
kearifan. Tawa yang berderai tentu pula karena sesaknya dada dengan suka cita.

Segala kebaikan terangkum dalam laku dan kata. Tak heran seluruhnya menghembuskan aura cinta. Benar, bila ada cinta, bahagia pun purna.

Allahu a’lamu bish-shawaab.

*Penulis Diary Kehidupan 2 (Penerbit: Asy-Syaamil) dan
Sapa Cinta dari Negeri Sakura (Penerbit: Pena)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: