Susu Formula atau Susu Ibu…?

Penulis: Arief Setyawan
Akhir-akhir ini cukup ramai diberitakan kelangkaan dan kenaikan harga susu formula. Sebagian besar masyarakat cukup terhebohkan, namun sebagian masyarakat nyaris tak terpengaruh dengan realita ini. Mengapa ini bisa terjadi? Apa yang menjadi latar belakangnya? Apakah para ibu sudah enggan memberikan ASI untuk bayinya?

Menurut pengamatan penulis, masyarakat yang sangat memerlukan susu bisa dikelompokkan sebagai berikut :

Pertama, yaitu ibu-ibu yang sepenuhnya menyusui anaknya dengan ASI tanpa diselingi susu formula dalam jangka waktu yang cukup bagi si anak untuk dihentikan pemberian ASI-nya. Ketergantungan mereka akan susu formula dapat dikatakan tidak ada. Sepertinya, mereka pun tidak menjadi ikut panik ketika susu formula hilang di pasaran. Demikian pula susu formula bagi ibu menyusui, dapat digantikan dengan bahan alami lainnya.

Kedua, adalah ibu-ibu yang bekerja sebagai pilihan, bukan karena keterpaksaan soal makan atau tidak makan. Untuk kelompok ibu-ibu ini bukan mereka tidak sadar atau tidak tahu pentingnya ASI, bahkan kadang sembunyi-sembunyi untuk mengeluarkan ASInya di WC kantor. So, Susu formula adalah alternatif tercepat yang mereka pilih untuk mengatasi kebutuhan bayinya selama mereka bekerja.

Ketiga, adalah kelompok ibu-ibu yang dengan sengaja meninggalkan kewajiban menyusui anaknya berdasarkan “keinginan sendiri”, antara lain mereka yang enggan memberikan ASI karena akan kehilangan sebagian daya tarik seksualnya, karir akan terhambat atau repot karena urusan bisnis.

Bisa jadi kelompok kedua dan ketiga inilah konsumen terbesar akan susu formula.

Keempat, adalah kelompok ibu-ibu yang karena sakit atau bahkan meninggal saat bayinya masih memerlukan ASI, antara lain bayi-bayi yang berada di panti asuhan.

Kelima, adalah kelompok balita yang sudah melampaui masa mendapatkan ASI, tetapi tetap membutuhkan susu. Memang betul pertumbuhan kecerdasan mereka akan ditunjang oleh kecukupan gizi yang baik.

Nutrisi Air Susu Sapi Vs Air Susu Ibu

Sebagaimana kita ketahui bahwa sebagian besar susu formula diolah dari susu sapi. Berikut perbandingan kandungan nutrisi air susu sapi dan air susu ibu :

Kandungan Total Protein
– Asi 1.0%
– Susu Sapi 3.5%

Kandungan Protein Seketika (Secara biologis sangat penting)
– ASI >70%
– Susu Sapi <20%

Kandungan Asam Amino
– Phenylalanine and tyrosine ASI lebih sedikit (berlebihan dapat berbahaya bagi neonatus)
– Cystine Lebih banyak pada ASI (essensial untuk pertumbuhan)
– Methionine Susu sapi lebih banyak (neonatus tidak dapat mengubahnya menjadi sistin karena enzim belum berfungsi sempurna)
– Taurine 30-40 kali lebih banyak pada ASI (penting untuk perkembangan otak)

Kandungan ASI lainnya secara biokimia :
– Protein
– Laktoalbumin dan laktoglobulin lebih banyak, penting untuk pertahanan tubuh dan antibody
– Kasein lebih banyak, sehingga lebih mudah dicerna tubuh, Plus aneka penelitian yang menyebutkan terdapatnya komposisi Taurin, DHA dan AA pada yang jelas mendukung tumbuh kembang otak anak
– Karbohidrat
– Laktosa lebih banyak, penting untuk pertumbuhan Lactobacillus bifidus, menghilangkan infeksi saluran cerna, pertumbuhan sel otak, retensi kalium, fosfor dan magnesium
– Lemak
– Asam lemak tak jenuh lebih banyak dan mudah diserap
– Kolesterol lebih banyak
– Asam lemak esensial lebih banyak
– Asam palmitat lebih banyak
– Garam empedu lebih banyak lebih banyak membuat absorpsi lebih baik
– Laktoferin, lysozime, IgA : melindungi bayi dari infeksi gastroenteritis, radang saluran pernafasan dan paru-paru, otitis media, dan diare
– Mineral
– Kadar Natrium lebih banyak, melindungi neonatus dari dehidrasi dan hipernatremia
– Besi diserap dari ASI sebanyak 50-70%, sedangkan besi yang diserap dari susu sapi yang hanya diserap 10-30%.

Keuntungan pemberian ASI bagi Ibu

ASI tidak hanya penting bagi bayi saja tetapi penting pula bagi ibunya. Hubungan batin antara ibu dan bayinya menjadi lebih terasa karena dekatnya hubungan mereka melalui proses penyusuan. Secara klinis telah pula diteliti bahwa penyusuan dapat mengurangi resiko kanker payudara. Selain itu, proses penyusuan berguna pula sebagai kontrasepsi alamiah.

Bukti ilmiah tersebut, kita dapat membandingkan kelebihan yang ada pada air susu ibu dengan susu sapi. Dan telah lebih dari 14 abad yang lalu, Al-Qur’an telah menegaskannya.

“Para ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama 2 tahun penuh. Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya. Dan kewajiban ayah memberikan makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf….” (QS. Al Baqarah : 233)

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihkannya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila telah dewasa …” (QS. Al Ahqaaf : 15)

Terbukti bahwa pengetahuan telah berkembang di masa Islam sedemikian hebatnya. Pendeknya, dunia Barat setelah melalui investigasi yang panjang dan melelahkan, akhirnya berhasil membuktikan. Tentu saja, kita sebagai umat Islam yang ingin menapak kembali kejayaan Islam, sudah selayaknya perlu terus mengembangkan ilmu pengetahuannya untuk kepentingan umat manusia.

Advertisements

2 Responses to “Susu Formula atau Susu Ibu…?”

  1. puluputhe punniyavan Says:

    cant open

  2. imunk Says:

    i can open it, please try again.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: