Anak Membaca: Perlukah Diajarkan Sejak Dini ?

 Anak membaca perlukah diajarkan sejak dini? Masalah mengajar anak membaca sejak dini kini menjadi salah satu topik yang sedang hangat diperbincangkan. Jumlah orangtua yang mengajar anaknya membaca sejak dini kian meningkat di masa prasekolah, begitu pula jumlah anak yang belajar membaca.

      Namun, ada sebagian orangtua dan pendidik menentang fenomena ini. Sebagian orang berpendapat bahwa membaca di usia dini dapat merugikan anak, dan secara kognitif mereka juga belum siap belajar membaca sampai mereka mulai bersekolah. Pendapat lain mengatakan, bahwa salah jika mendorong anak belajar membaca di usia 5-6 tahun. Sedangkan, sebagian orang lagi melihat usia umum anak membaca ialah 7 tahun.

      Menurut beberapa ahli, mengajarkan anak membaca di usia dini dapat membebaskan mereka dari beban belajar membaca di sekolah. Terlambat mengajari anak membaca akan menyebabkan masalah yang memberatkan mereka.

Kecerdasan anak berbahasa

Glenn Doman, pendiri Institutes for the Achievement of Human Potential (IAHP) mengatakan, bahwa anak adalah orang yang cerdas dalam berbahasa. Kecerdasan berbahasa yang dimiliki anak merupakan suatu anugerah yang didapat sejak ia lahir. Bagi setiap bayi yang lahir, bahasa ibu adalah bahasa asing baginya. Lalu keajaiban terjadi, ia mempelajari sendiri bahasanya. Bagaimana ia mempelajarinya? Orangtua yang mengajarkan mereka mengucapkan kata papa, mama, tidak, dan ribuan kosa kata lain yang dia pelajari sendiri.

Menurut Doman, anak-anak belajar bahasa mereka melalui konteks bukan arti kata-kata secara eksplisit (seperti belajar bahasa asing di sekolah). Demikian juga manfaat petunjuk teks (menjalankan jari di bawah kata-kata ketika dibaca) mengajarkan secara implisit dimana anak juga merespons dengan baik dibandingkan mengajarkan secara eksplisit seperti yang diajarkan di sekolah.

Istilah “kemampuan membaca” merujuk pada kemampuan alami anak-anak di bawah usia 3 tahun untuk memperoleh intuitif naluriah atau kemampuan merasakan bahasa mereka. Setiap anak dapat belajar membaca pada usia 3 tahun di lingkungan rumahnya asal ada korelasi yang cukup antara bahasa lisan dan tulisan.

Hal ini mirip dengan pendapat Doman bahwa kebanyakan anak tidak belajar membaca secara sederhana, karena mereka tidak dapat melihat teks yang disajikan kepada mereka. Doman menyarankan bahwa dengan memperlakukan bentuk bahasa tertulis sebagai bentuk lisan (yaitu menyederhanakan bentuknya untuk anak), anak bisa belajar membaca dengan mudah dan alami seperti ketika ia belajar berbicara. Untuk memahami bahasa, ada tiga syarat penting yaitu keras, jelas, dan berulang kali. Secara alami, semua ibu berbicara kepada anaknya dengan keras, jelas, dan berulang kali. Alasan anak belum bisa belajar bahasa mereka melalui mata ke otak, sebagaimana mereka belajar mendengar melalui telinga ke otak karena membaca juga harus keras, jelas, dan berulang kali.

Oleh karena itu, diperlukan usaha dan tindakan Anda sebagai orangtua dalam mengajar dan mendidik anak terutama dalam membaca. Mengajar anak membaca tidak harus melihat berapa usia yang tepat untuk mengajarkannya. Yang terpenting disini adalah Anda berusaha memberikan yang terbaik dalam pendidikannya kelak.

Sumber: Melindahospital.com

Advertisements

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: